Panduan Input Matriks Bahan SIHALAL 2026: Bedanya Bahan Baku, Tambahan, & Penolong
Assalamualaikum, Ker! Gimana kabare? Semoga umak (kamu) semua sehat dan usahanya makin mbois.
Hari ini ayas (saya) mau bahas satu hal yang sering bikin pelaku usaha di Malang Raya ngelu (pusing) tujuh keliling saat buka aplikasi SIHALAL. Yaitu saat disuruh ngisi: MATRIKS BAHAN.
Di formulir itu ada pilihan: Bahan Baku, Bahan Tambahan, dan Bahan Penolong.
"Lho Mas Firman, opo bedane? Bukane kabeh iku podo-podo bahan?"
Waduh, lek umak jawab "sama saja", siap-siap berkasmu mbalik (revisi). Di mata sistem BPJPH, ketiga jenis bahan ini punya kasta dan perlakuan yang beda, Sam. Salah kamar sedikit, sistem bakal nolak.
Biar umak gak salah input dan prosesnya sat-set wat-wet, ayo kita bedah satu-satu pakai bahasa sing gampang dipahami.
1. Bahan Baku (The Main Character)
Ini adalah pemeran utamanya, Ker. Bahan yang porsinya paling banyak dan membentuk wujud asli produkmu.
Definisi Gampang: Bahan yang kalau nggak ada, produkmu nggak bakal jadi.
Contoh:
Kalau jualan Keripik Pisang, bahan bakunya ya Pisang.
Kalau jualan Bakso, bahan bakunya Daging Sapi dan Tepung.
Kalau jualan Tahu, bahan bakunya Kedelai.
Aturan Main: Bahan baku ini wajib fardhu ain jelas status halalnya. Kalau bahan bakunya meragukan, wassalam.
2. Bahan Tambahan (The Supporting Actor)
Nah, kalau ini pemeran pembantu. Fungsinya buat mempercantik, bikin awet, atau nambah rasa. Biasanya porsinya dikit, tapi ngaruh banget. Dalam bahasa keren (teknis pangan) sering disebut BTP (Bahan Tambahan Pangan).
Definisi Gampang: Bahan yang dicemplungin biar rasanya kane (enak) atau warnanya mbois.
Contoh:
Penyedap Rasa (Micin/Kaldu): Biar gurih.
Pewarna Makanan: Biar warnanya nggak pucat.
Pengembang (Soda Kue/Baking Powder): Biar rotinya ngembang, nggak bantat kayak sandal jepit.
Pengawet: Biar nggak cepat jamuran.
Hati-hati, Ker! Justru di bahan tambahan ini sering terselip bahan haram. Pewarna merah bisa dari serangga (Cochineal), pengembang bisa ada unsur babi. Jadi, cek betul Nomor Sertifikat Halalnya!
3. Bahan Penolong (The Invisible Hero)
Ini yang paling sering umak lupakan. Bahan Penolong itu fungsinya cuma buat "membantu" proses masak, tapi tidak dimakan atau tidak tersisa di produk akhir.
Definisi Gampang: Bahan yang dipakai pas masak, tapi pas produk jadi, dia udah ilang atau nggak kerasa.
Contoh Paling Umum:
Minyak Oles Loyang (Shortening/Carlo): Dipakai biar roti nggak lengket di loyang. Pas roti matang, minyaknya udah nyerap atau kering.
Air Rebusan: Buat ngerebus mie atau cilok.
Gas/Arang: Buat bakar sate (tapi ini nggak perlu diinput sih, hehe).
Jebakan Betmen: Mentang-mentang namanya "Penolong", banyak yang asal pilih. Padahal minyak oles loyang itu rawan banget najis kalau kuasnya pakai bulu babi.
Tabel Contekan (Biar Gak Bingung)
Biar umak nggak mumet, simpan tabel iki:
| Jenis Bahan | Ciri Khas | Contoh |
| Bahan Baku | Komposisi Utama (>50%) | Tepung, Daging, Buah, Beras, Kopi |
| Bahan Tambahan | Dikit tapi Penting (BTP) | Garam, Gula, Micin, Pewarna, Ragi |
| Bahan Penolong | Cuma Lewat/Membantu | Minyak Goreng (utk menggoreng), Air Rebusan, Minyak Oles |
Terus, Bahan Pembersih Gimana?
"Mas, Sabun Cuci Piring (Sunlight/Mama Lemon) itu dimasukkan nggak?"
Jawabane: WAJIB DIINPUT!
Lho kok? Iya, Ker. Di sistem 2026, sabun cuci itu masuk kategori Bahan Penolong Pencucian. Kenapa? Karena sabun bersentuhan langsung sama alat masakmu. Kalau sabunmu najis (mengandung lemak babi), alat masakmu jadi najis, produkmu melok (ikut) najis.
Jadi, pastikan sabun cuci piring umak juga merek yang jelas dan ada logo halalnya ya!
Wes Paham Opo Sek Bingung?
Intine ngene, Ker: Jujur iku Koentji.
Catat semua bahan yang ada di dapurmu, terus pilah-pilah masuk kotak mana. Jangan ada yang disembunyikan.
Kalau umak salah input (misal: Ragi dimasukkan Bahan Baku), nanti di sistem bakal error atau ditolak sama auditor pusat. Revisinya itu lho, bikin ngelu dan makan waktu.
Daripada umak spekulasi dan akhirnya salah, mending konsultasi sek. Kirim foto bahan-bahanmu nang WA ayas. Tak bantu pilah-pilah gratis, tis, tis!
HUBUNGI PENDAMPING RESMI: FIRMAN (LP3H UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
Ayo, ladubkan sertifikasimu sekarang! Cekelanku (peganganku) siji: Halal iku gampang, sing ruwet iku pikiranmu. 😂
📲 KLIK TOMBOL IJO NGISOR IKI:
Atau simpan nomor ayas: 0819-4552-2003📍 Area: Malang Raya & Jawa Timur
"Bahan e jelas, input e bener, sertifikat e metu banter. Oyi a, Sam?" — Firman (P3H UIN Malang)
Bingung Mengurus Sertifikasi Halal?
Jangan biarkan proses sertifikasi menghambat bisnis Anda. Dapatkan pendampingan resmi langsung dari ahli terverifikasi LP3H UIN Malang.
KONSULTASI GRATIS SEKARANG →Tentang Penulis
Firman adalah Pendamping Proses Produk Halal (PPH) teregistrasi & tersertifikasi BPJPH di bawah naungan LP3H UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Memiliki keahlian dalam pendampingan sertifikasi halal Self Declare, regulasi BPJPH, dan standar kehalalan UMKM.